Melihat Persaingan Sengit Antara Xbox vs PlayStation Di 2018

Sharing is caring!

Melihat Persaingan Sengit Antara Xbox vs PlayStation Di 2018. Status konsol terkuat yang hingga sekarang ini masih tetap disandang oleh Xbox One X membuat PlayStation (PS) mesti memutar otak untuk memenangkan persaingan perebutan di 2018.

Spesifikasi mumpuni yang dipunyai Xbox One X, seperti CPU 2,3 GHz 8-core, GPU 1,172 GHz 6 teraflop, memori 12 GB GDDR5, dan bandwidth 326 GB per detik, buat konsol ini seolah ada di level yang berlainan dari kompetitor paling dekatnya, PS4 Pro.

Hal semacam ini buat Microsoft selangkah semakin maju di banding Sony dalam memandang 2018, dengan status Xbox One X jadi konsol tebaik untuk dibeli, bila lihat dari kekuatannya dalam menuangkan grafik memukau.

Sony sendiri masih tetap belum juga memaparkan gagasan untuk PlayStation, hingga spekulasi masih tetap selalu berputar-putar berkaitan tindakan serangan balik yang juga akan dilancarkan. Satu hal yang tentu, penambahan kekuatan PlayStation mesti jadi konsentrasi paling utama Sony untuk mengikis kelebihan perform Xbox yang terlihat superior.

Untung untuk Sony, walau Xbox terlihat begitu kuat, bukanlah bermakna konsol itu tidak mempunyai kekurangan. Satu diantara bidang yang bisa dieksploitasi oleh PS yaitu CPU, seperti detikINET lansir dari Forbes, Selasa (2/1/2018).

Xbox One X serta PS4 Pro semasing mempunyai CPU 8-core AMD, meskipun konsol garapan Microsoft beroperasi lebih cepat sekitaran 200 MHz. Hal itu sekalian membuatnya bisa membuat game apapun dengan kecepatan 5 fps lebih awal dari PS4 Pro.

Walau demikian, Xbox One X kurang kuat untuk mengoptimalkan kwalitas visual serta frame rate kurun waktu yang berbarengan.

Hal semacam ini tampak dari model pilihan untuk mengoptimalkan satu diantara di antara dua segi itu, seperti dalam sebagian judul game seumpama Hitman, Witcher 3, serta Middle Earth : Shadow of War.

Bila Sony bisa membuat versus pengembangan PS4 dengan CPU yang dapat membuat gambar sampai 60 fps dan GPU yang sama dengan Xbox One X, jadi predikat konsol terkuat dunia dapat jatuh ke tangannya. Sayang, penambahan kekuatan CPU serta GPU juga akan hasilkan semakin banyak panas, hingga dibutuhkan system pendingin lebih mutakhir.

Mengakibatkan, cost produksi yang diperlukan juga juga akan melambung, hingga Sony juga akan kesusahan untuk membanderol harga pada kisaran USD 500 (Rp 6, 7 Juta), sesuai sama banderol dari Xbox One X, supaya bisa berkompetisi di market.

Bila pilihan itu merasa berat, jadi pilihan paling baik dari Sony mungkin saja melaunching generasi konsol mereka selanjutnya, yakni PS5, dengan spesifikasi yang buat beberapa kompetitor bergidik ketakutan.

Meskipun terlihat menjanjikan, pilihan ini merasa cukup rawan bila Sony mesti mengebut sistem produksi untuk melaunchingnya pada saat berlibur pertengahan 2018 supaya tidak memberi saat yang lebih panjang untuk Xbox untuk menggencarkan penjuaan One X kepunyaannya.

Terutama, ada isu yang menyebutkan kalau Sony baru juga akan melaunching PS5 pada 2021 yang akan datang.

Satu hal perlu yang butuh di perhatikan Sony dalam meramu konsol generasi tersebut kepunyaannya yaitu kekuatan kompatibilitas ke belakang (backward compatibility).

Hal itu jadi perlu mengingat kondisi waktu PS4 seri pertama pernah merajai industri konsol semakin banyak di pengaruhi oleh performnya yang memanglah tambah baik dari Xbox One dan beragamnya content exclusive.

Meskipun Sony masih tetap memegang kelebihan pada content eksklusifnya, saat ini Microsoft sudah menangani problem perform konsolnya. Bila backward compatibility tidak bisa dipertahankan oleh Sony, jadi mungkin saja giliran Xbox yang juga akan jadi penguasa di industri konsol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *